
Lahir di Tanjung. Besar di Mr. Pudak. Remaja di Bjbaru. Dewasa di Ponorogo n’ Jakarta. Tua di mana?
Senang berlama-lama menatap ikan dalam karamba (karena itu dagangan saya). Sangat ingin masuk surga, tapi masih bingung mencari karcis/tiketnya. Kebanyakan calo, soalnya. Ada yang jualan? (yang gratisan aja malas, apalagi yang bayar…)
Saya tidak mengerti, mengapa saya tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Tidak mengalami apa yang orang lain alami. Tidak bisa keluar dari tubuh, lalu memasuki tubuh orang lain demi ingin tahu apa yang ada di luar dari tubuh saya. Dan ketidakmengertian itu memicu saya untuk mempersembahkan kehidupan pertama ini teruntuk kehidupan kedua kelak dengan sebaik-baiknya. KarenaNya, DenganNya dan UntukNya…
April 30, 2009 pada 1:04 am
Umpat bejanguk ja dahulu, balum kawa meisi comment dingsanak. Asa rindu mendangar suara ente ngaji wal ai. Mun sdh dapat karcis gsn masuk surga habari ana lah hehehehe…
Mei 1, 2009 pada 6:43 am
Kena ai tu…
Mei 1, 2009 pada 6:29 am
ana jua, mun ada tiket ke surganya….
Mei 1, 2009 pada 6:44 am
Ente prcaya kah surga tu ada?
hehehe…
Mei 6, 2009 pada 2:18 am
tiket..tiket..siapa mau?? hehe, salam hangat lah dingsanak.
Mei 6, 2009 pada 6:21 am
jar di qur’an, taman lo artinya. aku percaya ada (banyak) taman yang indah–termasuk di dunia ini.
Mei 28, 2009 pada 9:22 am
haluuu…
salam kenal^^
wah..pernah tinggal di ponorogo iah??deket rumah saya dunk..di madiun..^^
tp sekarang kul di jakarta…hehehehe..
mari berkawand…
mampir iah ke blog saya
http://pelangiituaku.wordpress.com
Mei 29, 2009 pada 3:25 am
Nah tuh ada gadis bungas membawai bekawan…
“Padahal nang lebih bungas ada di bawahnya, dunia ini kadang mengenaskan…”
Juni 3, 2009 pada 5:17 am
Assalamu’alaikum
Salam kenal Pak Allaymza… Jangan lupa kapan2 berkunjung juga kesini.
wassalam
September 8, 2009 pada 6:34 am
salam kenal bung (ha ana dza), bagaimana pula bace nih?
kunjung ke saya ya,
ditunggu